Kepala Desa Ngampang Mas
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan karunia-Nya Website Desa Ngampang Mas ini dapat hadir sebagai sarana informasi publik dan layanan digital bagi masyarakat. Kami berkomitmen mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang transparan, cepat, dan mudah diakses oleh seluruh warga.
Semoga website ini menjadi jembatan komunikasi serta mendukung program pembangunan desa ke arah yang lebih baik. Terima kasih atas dukungan seluruh masyarakat Desa Ngampang Mas.
📅 25 Oct 2026 | 👁️ 17 views
NGAMPANG MAS, KECAMATAN BORONG, KABUPATEN MANGGARAI TIMUR – Pemerintah Desa Ngampang Mas melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) pada Kamis, 22 Oktober 2026, dalam rangka membahas usulan dan prioritas pembangunan untuk Tahun Anggaran 2027. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur, di antaranya Pemerintah Desa Ngampang Mas, Ketua dan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perwakilan Camat Borong melalui Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Kasi PMD), pendamping kecamatan, pendamping desa, tokoh masyarakat, tokoh pendidikan, tokoh pemuda, serta berbagai unsur masyarakat lainnya. Musrenbangdes menjadi ruang penting bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan, persoalan, dan harapan pembangunan yang selama ini dirasakan di wilayah Desa Ngampang Mas. Berbagai usulan disampaikan, mulai dari pembangunan yang dapat diakomodasi melalui Dana Desa hingga kebutuhan infrastruktur dan pelayanan publik yang memerlukan dukungan Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, maupun Pemerintah Pusat. Jalan Warat–Pangleleng Kembali Menjadi Aspirasi Utama Masyarakat Salah satu persoalan yang kembali mendapat perhatian serius dalam forum Musrenbangdes adalah kondisi jalan Warat–Pangleleng yang hingga kini masih memprihatinkan. Kerusakan jalan tersebut telah lama menjadi keluhan masyarakat karena merupakan jalur penting bagi mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, akses pendidikan, serta aktivitas ekonomi masyarakat. Jalur Warat–Pangleleng memiliki peran strategis karena menghubungkan lima desa di wilayah Kecamatan Borong sekaligus menjadi akses penghubung menuju Kecamatan Kota Komba Utara. Kondisi jalan yang rusak berat dinilai menghambat aktivitas masyarakat dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah pada tingkat yang lebih tinggi. Masyarakat mengungkapkan bahwa persoalan jalan tersebut bukan pertama kali disampaikan dalam forum perencanaan pembangunan. Aspirasi serupa telah berulang kali diperjuangkan melalui Musrenbangdes, Musrenbang tingkat kecamatan, hingga berbagai kesempatan reses anggota legislatif. Warga berharap agar usulan yang terus disampaikan dari tahun ke tahun tidak berhenti sebagai catatan dalam dokumen perencanaan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui program pembangunan yang nyata. “Setiap kali ada kesempatan, termasuk saat Musrenbang dan reses, kami selalu menyampaikan kondisi jalan Warat–Pangleleng. Kami berharap ada perhatian serius agar jalan ini bisa diperbaiki demi kepentingan masyarakat,” demikian aspirasi yang mengemuka dalam forum tersebut. Perluasan Jaringan Air Bersih dan Pembangunan Irigasi Juga Mendesak Selain infrastruktur jalan, masyarakat turut mengusulkan perluasan jaringan pipa air minum bersih dan pembangunan irigasi untuk mendukung kebutuhan rumah tangga serta meningkatkan produktivitas pertanian. Ketersediaan air bersih menjadi salah satu kebutuhan mendasar masyarakat. Sementara itu, pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi diharapkan dapat membantu petani mengelola lahan pertanian secara lebih optimal, terutama ketika menghadapi keterbatasan pasokan air. Masyarakat menilai bahwa pembangunan infrastruktur tersebut sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, dan mendukung kesejahteraan warga Desa Ngampang Mas. SMP Satap Perang Wunis Belum Memiliki WC Sekolah Persoalan lain yang menjadi sorotan dalam Musrenbangdes adalah belum tersedianya fasilitas toilet atau WC di SMP Satap Perang Wunis. Kondisi ini dinilai memprihatinkan karena fasilitas sanitasi merupakan kebutuhan mendasar dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan nyaman bagi para siswa. Kepala SMP Satap Perang Wunis, Alfons Gabus, yang akrab disapa Pak Alfon, turut menyampaikan kondisi nyata yang dialami para siswa selama ini. Ia membenarkan bahwa kebutuhan pembangunan WC sekolah merupakan persoalan yang perlu segera mendapatkan perhatian. Menurutnya, selama ini para siswa terpaksa menumpang menggunakan WC milik warga sekitar sekolah. Situasi tersebut terkadang membuat siswa merasa malu karena harus berulang kali meminta izin untuk menggunakan fasilitas milik masyarakat. Selain itu, keterbatasan ketersediaan air turut memperburuk kondisi sanitasi di lingkungan sekolah. “Selama ini anak-anak kami kalau mau ke WC harus menumpang di WC warga sekitar. Terkadang mereka juga merasa malu karena terlalu sering meminta izin. Ketersediaan air juga kurang, bahkan sebagian besar anak-anak terpaksa pergi ke hutan untuk buang air,” ungkap Pak Alfons dalam forum Musrenbangdes. Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa kebutuhan pembangunan WC di SMP Satap Perang Wunis bukan sekadar persoalan infrastruktur, melainkan juga menyangkut kesehatan, kenyamanan, martabat, dan kelayakan lingkungan belajar bagi para siswa. Masyarakat berharap pembangunan fasilitas sanitasi di sekolah tersebut dapat menjadi salah satu prioritas yang segera diperjuangkan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait. Kepala Desa: Aspirasi Masyarakat Terus Diperjuangkan di Berbagai Tingkatan Menanggapi berbagai usulan yang disampaikan masyarakat, Kepala Desa Ngampang Mas, Philipus Adam Gandawaja, yang akrab disapa Pak Ansi, menegaskan bahwa Pemerintah Desa selama ini terus memperjuangkan kebutuhan masyarakat melalui berbagai forum perencanaan dan koordinasi pemerintahan. Ia menjelaskan bahwa usulan mengenai perbaikan jalan Warat–Pangleleng, perluasan jaringan pipa air minum bersih, pembangunan WC di SMP Satap Perang Wunis, pembangunan irigasi, serta penanganan rumah tidak layak huni telah berulang kali disampaikan dalam Musrenbang tingkat kecamatan, Musrenbang tingkat kabupaten, pertemuan daring melalui Zoom, dan berbagai rapat lain yang diselenggarakan di tingkat kabupaten. Menurut Pak Ansi, sejumlah kebutuhan pembangunan tersebut tidak dapat sepenuhnya ditangani melalui Dana Desa sehingga memerlukan dukungan dan intervensi pemerintah pada tingkat kabupaten, provinsi, maupun pusat. “Kami selalu mengusulkan kebutuhan masyarakat, mulai dari perbaikan jalan Warat–Pangleleng, perluasan jaringan air minum bersih, pembangunan WC di SMP Satap Perang Wunis, irigasi, rumah tidak layak huni, dan berbagai kebutuhan lainnya. Usulan-usulan ini terus kami sampaikan dalam berbagai forum, baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten, termasuk melalui pertemuan daring dan rapat koordinasi lainnya,” jelas Pak Ansi. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Desa Ngampang Mas tetap berkomitmen memperjuangkan aspirasi masyarakat agar berbagai persoalan yang belum dapat ditangani melalui anggaran desa memperoleh perhatian dari pemerintah dan instansi teknis yang berwenang. Penurunan Pagu Dana Desa Menjadi Tantangan Pembangunan Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa juga menjelaskan bahwa penurunan pagu Dana Desa Tahun Anggaran 2026 yang cukup signifikan, seiring dengan kebijakan efisiensi anggaran, menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan pembangunan di desa. Kondisi tersebut berdampak pada terbatasnya kemampuan pemerintah desa untuk mengakomodasi seluruh kebutuhan dan usulan masyarakat dalam satu tahun anggaran. Akibatnya, sejumlah program yang diharapkan masyarakat belum dapat dilaksanakan karena keterbatasan kemampuan anggaran dan harus disesuaikan dengan ketentuan penggunaan Dana Desa yang berlaku. Meski demikian, Pemerintah Desa mengapresiasi pemahaman masyarakat terhadap kondisi tersebut. Pemerintah Desa berharap masyarakat tetap berpartisipasi aktif dalam proses perencanaan pembangunan, sekaligus memahami bahwa sebagian kebutuhan infrastruktur berskala besar membutuhkan dukungan anggaran dari pemerintah di luar desa. Harapan agar Usulan Tidak Berhenti di Atas Kertas Pelaksanaan Musrenbangdes Ngampang Mas Tahun Anggaran 2027 diharapkan menghasilkan rumusan prioritas pembangunan yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Pemerintah Desa bersama BPD dan seluruh unsur masyarakat diharapkan terus mengawal usulan yang telah disepakati agar dapat diperjuangkan pada tahapan perencanaan berikutnya. Bagi masyarakat Ngampang Mas, perbaikan jalan Warat–Pangleleng, perluasan akses air bersih, pembangunan irigasi, penyediaan WC di SMP Satap Perang Wunis, serta penanganan rumah tidak layak huni bukan sekadar daftar usulan pembangunan. Semua itu merupakan kebutuhan nyata yang berkaitan langsung dengan keselamatan, kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah Desa Ngampang Mas berharap Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, dan Pemerintah Pusat dapat memberikan perhatian serius terhadap berbagai kebutuhan tersebut sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran masing-masing. Musrenbangdes bukan sekadar agenda tahunan, melainkan ruang bagi masyarakat untuk menyuarakan kebutuhan dan memperjuangkan masa depan desa.
Baca Selengkapnya →
📅 16 Sep 2026 | 👁️ 61 views
Dampak Gempa Flores, 131 Rumah Warga Desa Ngampang Mas Terdampak Kerusakan Tidak Hanya Menimpa Rumah Warga, Sejumlah Fasilitas Umum dan Pelayanan Masyarakat Juga Ikut Terdampak NGAMPANG MAS, MANGGARAI TIMUR– Gempa bumi yang mengguncang wilayah Pulau Flores turut memberikan dampak bagi masyarakat Desa Ngampang Mas, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur. Berdasarkan hasil pendataan sementara yang dilakukan Pemerintah Desa bersama perangkat desa dan tim di lapangan, tercatat sebanyak 131 rumah warga mengalami dampak atau kerusakan dengan tingkat kerusakan yang berbeda-beda. Dari jumlah tersebut, kondisi rumah warga bervariasi mulai dari rusak ringan, rusak sedang hingga rusak berat. Pendataan terhadap rumah warga masih terus dilakukan untuk memastikan seluruh masyarakat yang terdampak dapat tercatat secara lengkap. Selain rumah warga, gempa juga berdampak pada sejumlah fasilitas publik dan fasilitas pelayanan masyarakat. Beberapa di antaranya adalah gereja, sekolah, Kantor Desa, Polindes (Poliklinik Desa), serta fasilitas umum lainnya. Salah satu dampak yang cukup dirasakan masyarakat adalah kerusakan pada Jaringan pipa air minum bersih Desa Ngampang Mas. Kerusakan jaringan tersebut mengganggu akses masyarakat terhadap kebutuhan air bersih sehingga menjadi salah satu perhatian Pemerintah Desa dalam proses penanganan pascagempa. Kepala Desa: Jangan Panik, Tetap Waspada Kepala Desa Ngampang Mas, Bapak Ansi, mengimbau seluruh masyarakat agar tetap tenang, namun tidak mengabaikan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. Masyarakat diminta untuk mengikuti informasi dan arahan dari pemerintah serta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan dan berpotensi membahayakan keselamatan. “Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Desa Ngampang Mas agar tetap tenang dan selalu waspada. Kita tidak pernah tahu kapan gempa susulan terjadi. Karena itu, keselamatan masyarakat harus menjadi yang utama. Bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan, terutama yang rusak berat, agar sementara waktu menghindari bangunan tersebut dan mengikuti arahan dari pemerintah,” ujar Bapak Ansi. Kepala Desa juga meminta seluruh Kepala Dusun agar melakukan pendataan secara menyeluruh di wilayah masing-masing. “Saya sudah meminta kepada seluruh Kepala Dusun agar mendata semua rumah warga. Jangan sampai ada satu pun rumah masyarakat yang terdampak tetapi tidak masuk dalam pendataan. Data 131 rumah ini masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui sesuai hasil pendataan serta verifikasi di lapangan,” tegasnya. Menurutnya, pendataan yang akurat sangat penting agar kondisi masyarakat dapat diketahui secara menyeluruh dan menjadi dasar dalam proses koordinasi penanganan dampak bencana dengan pemerintah di tingkat kecamatan maupun kabupaten. Dampak Gempa Juga Dirasakan Secara Psikologis Gempa bumi tidak hanya menyebabkan kerusakan secara fisik. Rasa takut dan trauma juga masih dirasakan oleh sebagian masyarakat Desa Ngampang Mas, terutama anak-anak dan ibu hamil. Sekretaris Desa Ngampang Mas, Yonan, mengungkapkan bahwa kondisi psikologis masyarakat menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian dalam situasi pascagempa. > “Selain kerusakan secara fisik, masyarakat juga mengalami dampak secara psikologis. Terutama anak-anak dan ibu hamil yang masih merasa takut setelah mengalami guncangan gempa,” ungkap Yonan. Ia menambahkan, kepanikan yang dialami anak-anak bahkan membuat mereka menjadi sangat sensitif terhadap suara atau getaran di sekitar. “Saking paniknya, anak-anak ketika mendengar mobil lewat saja terkadang mereka berpikir itu gempa. Ini menunjukkan bahwa rasa takut dan trauma masih sangat dirasakan oleh anak-anak kita,” kata Yonan. Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan perhatian dan dukungan dari semua pihak. Masyarakat diharapkan dapat saling menguatkan, khususnya dalam memberikan rasa aman kepada anak-anak, ibu hamil, lansia dan warga yang masih mengalami trauma. Pendataan Kerusakan Terus Dilakukan Pemerintah Desa Ngampang Mas memastikan proses pendataan dampak gempa masih terus berlangsung. Perangkat desa dan Kepala Dusun diarahkan untuk turun langsung ke lapangan guna memastikan seluruh rumah warga dan fasilitas umum yang terdampak dapat terdata. Data 131 rumah terdampak yang tercatat saat ini belum merupakan data final. Jumlah tersebut masih dapat berubah seiring dengan proses pendataan dan verifikasi lebih lanjut. Pemerintah Desa juga terus memantau kondisi masyarakat serta melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur terkait langkah-langkah penanganan pascabencana. Bersama Menghadapi Masa Pemulihan Di tengah kondisi pascagempa, Pemerintah Desa Ngampang Mas mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kebersamaan dan saling membantu. Kewaspadaan, ketenangan, kepedulian dan kerja sama seluruh masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi masa pemulihan. Pemerintah Desa Ngampang Mas akan terus melakukan pemantauan, pendataan dan pembaruan informasi mengenai dampak gempa serta kondisi masyarakat di wilayah Desa Ngampang Mas. Data kerusakan: sementara dan masih dalam proses pendataan serta verifikasi.
Baca Selengkapnya →
📅 04 Sep 2026 | 👁️ 72 views
Di Tengah Luka Pascagempa, Kepedulian Itu Hadir: Desa Ngampang Mas Sampaikan Terima Kasih kepada Pa Sandri Gagu dan Partai Perindo Ngampang Mas — Di tengah suasana duka dan kekhawatiran yang masih dirasakan masyarakat akibat bencana gempa bumi, sebuah kepedulian hadir membawa sedikit harapan bagi warga Desa Ngampang Mas. Pemerintah Desa Ngampang Mas bersama seluruh masyarakat menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setulus-tulusnya kepada Bapak Sandri Gagu dari Partai Perindo, yang telah hadir memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak gempa bumi. Bagi masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit, bantuan bukan hanya tentang apa yang diberikan. Lebih dari itu, bantuan adalah tentang kepedulian, kehadiran, dan rasa kemanusiaan. Ketika masyarakat sedang cemas, ketika rumah-rumah mengalami kerusakan dan banyak keluarga harus bertahan dalam kondisi yang serba terbatas, uluran tangan dari sesama menjadi kekuatan yang sangat berarti. Kehadiran Pa Sandri Gagu dan Partai Perindo menjadi bagian dari cerita perjuangan masyarakat Desa Ngampang Mas untuk bangkit kembali dari dampak bencana. Mungkin bantuan yang diberikan tidak dapat menghapus seluruh luka akibat gempa. Namun bagi masyarakat, kepedulian tersebut telah memberikan pesan yang sangat dalam: bahwa di tengah kesulitan, masyarakat tidak berjalan sendirian. Masih ada tangan-tangan yang tergerak untuk membantu dan hati yang peduli terhadap penderitaan sesama. Atas nama Pemerintah Desa Ngampang Mas dan seluruh masyarakat, kami menyampaikan: “Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pa Sandri Gagu dan Partai Perindo. Terima kasih karena telah hadir di tengah masyarakat kami dalam situasi yang tidak mudah. Bantuan dan kepedulian yang diberikan menjadi penyemangat bagi kami untuk terus bertahan, bangkit, dan menata kembali kehidupan setelah bencana.” Semoga setiap kebaikan yang telah diberikan kepada masyarakat Desa Ngampang Mas menjadi amal yang bernilai di hadapan Tuhan Yang Maha Kuasa. Semoga pula kepedulian ini menjadi contoh bahwa kemanusiaan tidak mengenal batas, dan dalam menghadapi bencana, kita semua adalah satu keluarga. Gempa boleh mengguncang tanah tempat kami berpijak, tetapi semangat gotong royong dan persaudaraan tidak boleh ikut runtuh. Terima kasih Pa Sandri Gagu. Terima kasih Partai Perindo. Salam dari masyarakat Desa Ngampang Mas. Kebaikanmu akan selalu kami kenang.
Baca Selengkapnya →Akses cepat ke berbagai layanan pemerintahan Desa Ngampang Mas
913
949
1826
444
coba
Tim POSBANKUM Desa Ngampang Mas, Foto Bersama Pemdes Setelah selesai urus Perkara Sapi
Foto Kegiatan
Foto Kegiatan